Recent Articles

Advertisement

  • Peran Kepala Sekolah dan Guru dalam KBK

    Oleh INE HERMIATI, S.Pd.

    PENDIDIKAN adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran, agar peserta didik aktif mengembangkan potensi. Utamanya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara (UU SPN Tahun 2003).

    Berdasarkan pengertian pendidikan itu, penulis simpulkan, pendidikan proses memanusiakan manusia melalui pembelajaran dalam bentuk aktualisasi potensi menjadi suatu kemampuan atau kompetensi. Kemampuan yang harus dimiliki, (1) nilai-nilai kegamaan; (2) kompetensi akademik; dan (3) kompetensi motorik. Konsep pendidikan berbasis kompetensi butuh program pembelajaran berbasis kompetensi. Karena itu, kurikulum harus didasarkan kompetensi lulusan, yakni standar isi dan standar proses.

    Kurikulum tahun 2004, yang disebut Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), merupakan perangkat rencana dan pengaturan kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai peserta didik, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan.

    Pelaksanaannya, KBK berorientasi pada (1) hasil dan implikasi yang diharapkan muncul pada diri peserta didik; (2) keberagaman yang dapat diwujudkan sesuai kebutuhan. Rumusan kompetensi dalam KBM merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui, disikapi, atau dilakukan siswa setiap tingkatan kelas dan satuan pendidikan.

    Karena itu, tujuan utama KBK memberdayakan sekolah mengembangkan kompetensi peserta didik, sesuai lingkungan sekolah berada. Untuk itu, sedikitnya ada lima perbedaan peserta didik dalam implementasi KBK. Yakni tingkat kecerdasan, kreativitas, cacat fisik, kebutuhan, dan perkembangan kognitif.

    KBK memberi peluang bagi kepala sekolah, guru dan peserta didik berinovasi dan improvisasi, terkait masalah kurikulum, pembelajaran, manajerial. Diharapkan sekolah dapat melakukan proses pembelajaran efektif, mencapai tujuan, materi relevan dengan kebutuhan masyarakat, berorientasi pada hasil dan dampak, serta melakukan penilaian dan pengawasan berkelanjutan.

    Peran kepala sekolah

    Keberhasilan KBK sangat ditentukan oleh kepala sekolah mengoordinasikan, menggerakkan, dan menyelaraskan semua sumber daya pendidikan. Kepemimpinannya sebagai faktor pendorong untuk mewujudkan visi, misi, tujuan, termasuk sasaran. Karena itu, ia dituntut memiliki kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang tangguh.

    Kepala sekolah harus mampu memobilisasi sumber daya sekolah, perencanaan dan evaluasi program, kurikulum, pembelajaran, pengelolaan personalia, sarana dan sumber belajar, keuangan, pelayanan siswa, hubungan dengan masyarakat, dan penciptaan iklim kondusif.

    Peran guru

    Di samping kepala sekolah, guru merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi keberhasilan implementasi KBK, bahkan menentukan berhasil-tidaknya peserta didik. Dalam implementasi KBK, kualitas guru dapat ditinjau dari dua segi. Segi proses, guru dikatakan berhasil jika mampu melibatkan sebagian besar peserta didik secara aktif, baik fisik, mental, maupun sosial dalam proses pembelajaran.

    Ini dapat dilihat dari gairah dan semangat mengajarnya, serta adanya rasa percaya diri. Dari segi hasil, guru dikatakan berhasil jika pembelajaran mampu mengubah perilaku sebagian besar siswa.

    Agar guru dapat mengimplementasikan KBK secara efektif, guru harus memiliki hal-hal berikut: (1) menguasai dan memahami bahan pelajaran dan hubungannya dengan bahan pelajaran lain dengan baik; (2) menyukai apa yang diajarkan dan menyukai mengajar sebagai suatu profesi; (3) memahami peserta didik, pengalaman, kemampuan, dan prestasinya; (4) menggunakan metode bervariasi; (5) mampu mengeliminasi bahan pelajaran; (6) mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi; (7) merencanakan proses pembelajaran; (8) memotivasi siswa memperoleh hasil belajar lebih baik; dan (9) menghubungkan pengalaman yang lalu dengan bahan yang akan diajarkan.

    Guru perlu memahami, semua manusia (siswa) dilahirkan dengan rasa ingin tahu yang tak pernah terpuaskan. Mereka memiliki potensi untuk memenuhi rasa ingin tahunya. Karena itu, tugas utama guru bagaimana mengondisikan lingkungan belajar yang menyenangkan agar dapat membangkitkan rasa ingin tahu siswa, sehingga tumbuh minat dan semangat untuk terus belajar.***

    Penulis, guru SMP Negeri 51 Bandung.

0 komentar:

Leave a Reply

FIVEHARMONY.CO.ID

Recent Posts